Kamis, 29 Juni 2023

Bukan Cerpen/Bukan Puisi

 Bisa jadi Rindu

Oleh: Dina


Di saat aku merindukanmu...

Aku ke luar rumah sesaat setelah hujan reda...

Gerimis kecil, daun-daun yang basah, lampu-lampu jalan


Aku berdiri di depan pohon berdaun kecil

Semakin rindu ketika daun-daun kecil itu

Basah dan memantulkan cahaya lampu dari balik pohon


Sorot cahaya lampu di tepi jalan,

Tergores oleh banyak gerimis

Dan aku teringat kamu berdiri di bawahnya


Ketika aku merindukanmu...

Ku buka kacamata ini

Di saat malam semakin larut..


Selamat Hari Raya Idul Adha

Assalamualaikum

Mau cerita soal corat-coret ‘Balon’. Itu bukan tertuju ke layangan. Kalau difikir bisa jadi juga ke layangan. Tapi sayangnya, bukan ya.

Layangan itu ‘kan bukan cuma diterbangkan tapi bisa diadu.

Sedangkan balon itu pasif, terbang ya terbang. Ga bisa diadu.


Bait pertama, kedua dan ketiga itu konflik di antara dua orang.

Jadi maksud/tujuan dari corat-coret yang saya buat itu bisa diartikan pengendalian emosi

Balon itu ibaratkan emosi atau keinginan yang kuat untuk membalas. Seuntai tali itu sebuah kontrol. Dan tangan ya subjek.

“Raih aku dan peluk erat di dada lalu lepaskan kembali, biarkan tetap diikat dengan seuntai tali”.

(Mencari tempat untuk mencurahkan isi hati. Agar tidak terlalu berat).

Bait terakhir menjelaskan pointnya. Jadi meskipun melepaskan emosi bisa membuat kita lega, tapi mending ditahan aja. Karena kalau sudah lepas kontrol keduanya ga bisa dibalikkan lagi.

Wassalamu’alaikum.


Rabu, 28 Juni 2023

Bukan Cerpen/Bukan Puisi

 Bisa jadi Rindu

Oleh: Dina.S


Melakukan semua yang kamu minta.

Memberikan semua yang aku miliki.

Bukan semata ingin kau akui kehadiranku.

Tapi bisa jadi hanya ingin kamu merasakan juga.

Apa yang jadi hasratmu


Mengalah akan semua yang kamu egokan.

Memaafkan semua kesalahanmu.

Bukan semata ingin menggetarkan hatimu

Dan menyadarinya


Bukan seperti ini,

Berjalan bersamamu di sisa hidupku yang selalu aku impikan


Kamu mimpiku

Bagiku tetap hanya kamu yang selalu jadi tujuanku


Selasa, 27 Juni 2023

Selamat Siang

 ðŸŒ± Assalamualaikum, lagi rame di FYP Tiktok. Akan kata-kata yang kritis antara uang dan pemikiran. Beserta parodi yang dibuat rame-rame.


Bunyinya, “Lu punya uang Lu punya Kuasa. Tapi, buat gua enggak, nyet. Diibaratkan, gua lawan orang bermateri lawan gue yang ga bermateri. Bisa jadi gue menang, soal pemikiran.” (Maaf ga bisa diketik Link-nya)


Menurut saya,

Uang= kekuasaan, tujuan dan hasil.

Pemikiran= usaha, niat dan kemampuan.

Ga akan menang uang lawan pemikiran. Atau sebaliknya.

Niat yang tulus akan tercapainya tujuan.

Usaha yang tekun akan membuahkan hasil.

Semuanya jika digabung dengan kemampuan dan kejujuran bisa membuat kekuasaan.


Pemikiran dan uang ga bisa diadu...


"Kalau pengen uang ya harus mikir," kata mantan suami.

"Kalau udah mikir ga dapat juga uang ya harus rendah hati, introspeksi dan berserah diri,"


Maaf ya ikut sotoy, soalnya ngomongin uang..

“Uang emang bisa membeli kehidupan, kayak beli sembako, dll. Tapi uang bukan segalanya. Buktinya ga bisa beli nyawa orang yang udah ga ada. Ga bisa beli masalalu yang udah terlewat lama”.

Cuma corat-coret biasa. Wassalamu’alaikum 🌱


Senin, 26 Juni 2023

Bukan Cerpen/Bukan Puisi

Telur Ceplok

Oleh: Dina


Jika ada telur, pecahkanlah dengan sendok

Aduk rata di cekungnya cawan

Jika tidak ada cawan, pecahkan di atas penggorengan

Jangan lupa dengan spatulanya

Untuk membalikkan permukaan telur


Siapkan piring dan garpu

Letakkan di atas nasi hangat dan taburi telurnya dengan garam


Telur dikocok sudah pasti jadi telur dadar

Telur direbus sudah pasti jadi telur rebus

Telur dipecahkan di atas penggorengan bisa jadi telur ceplok


Jika ingin menjadi penenang,

Dengarkan anakmu ketika mengungkapkan impiannya

Jika ingin mencari kedamaian

Jangan acuhkan keluh kesah Ibumu


Minggu, 25 Juni 2023

Bukan Cerpen/Bukan Puisi

Bukan UFO

Oleh: si Ucul



Cahaya yang indah melintas di bawah sinar rembulan

Menebas daun-daun yang terangkai di pohon yang kokoh

Memecahkan bola-bola lampu yang tergantung di kerangka besi tipis


Cahaya itu melintas berbaur bersama bintang-bintang

Ungu bercampur putih mewarnai bola matanya yang simetris


Tanah yang gembur melunak karena uapnya

Hijaunya rumput berubah menjadi coklat karena paparan panasnya


Kucing berlari,

Kelelawar pun ikut berterbangan

Ketika angin kencang dikeluarkannya, semuanya  menjauh


Cahaya menghilang dan kesunyian pun kembali menyatu dengan gelapnya malam hari


Sabtu, 24 Juni 2023

Bukan Puisi/Bukan Cerpen

Angin bertiup kencang malam itu

Daun-daun kering berterbangan mengikutinya dari belakang

Riuh gemuruh suara hujan kian mendekat


Seorang gadis dengan payung berwarna merah menyala,

Berjalan dan cahaya kunang-kunang menemaninya dibalik rerumputan tinggi


Tiada henti hatinya berdoa ketika hawa dingin yang berbeda meniup

Tangannya bergetar dan memegang erat payung,

Cipratan air yang jatuh terinjak dari lawan arah

Membuatnya berhenti sejenak dan tetesan keringat dingin terasa kuat dari celah-celah rambut-rambut tipis keningnya


Mengusap keringat, mengernyitkan dahi,

Melanjutkan langkahnya seolah tak perduli

Namun angin kencang itu mulai menguji

Ditiupnya payung merah menyala itu

Payung terbalik dan bergegas ia balikkan posisinya

Namun hujan turun dengan deras secara bersamaan


Suara lolongan anjing menggetarkannya saat ini,

Kali ini ia mulai berlari, tersandung dan masuk ke dalam kubangan air

Tampak kaki putih pucat ketika ia hendak beranjak

Ia pejamkan mata, dibuka kembali

Namun hanya terlihat lampu dan bangku kecil yang terbuat dari kayu


Dia mencoba membuka pagar

Kunci berlogo M terjatuh dan lima jari tangan pucat,

Menggenggam punggung tangan gadis itu

.....

Jari itu dingin dan terasa seperti ruangan yang kosong

.....

Hawa dingin berubah jadi panas,

Biru lebam membekas di punggung tangannya


Jumat, 23 Juni 2023

Bukan Puisi/Bukan Cerpen

Balon

Oleh: Enna


Perasaan hampa yang kian menjadi

Detak jantung yang kian berdegup kencang

Tetesan air mata yang jatuh tak terbendung

Getaran tangan tiada henti,

Dan keringat bercucuran di sekujur tubuh


Ketika ku pandangi


Sorot mata yang tajam

Dua belah bibir tipis yang saling beradu

Telinga memerah tiada padam

Dan genggaman jari jemari yang kian kuat


Bisakah kau ulurkan satu tanganmu lagi untuk meraihku

Peluk erat aku di dadamu, lalu kau lepaskan aku kembali

Berilah jarak di antara kita

Meski hanya lewat seuntai tali

Biarkanlah tetap seperti itu saja


Jangan kau lepaskan genggaman jarimu yang kuat itu

Yang aku tahu kau takkan mengejarku jika lepas

Aku pun tak bisa kembali jika sudah tak kau genggam


Jangan kau lepaskan,
Meskipun melepaskan aku adalah harapan barumu

Rabu, 21 Juni 2023

Bukan Cerpen/Bukan Puisi

Penghapus

Oleh: Enna


Kenapa yang manis itu selalu gula

Kenapa yang terang itu selalu cahaya

Kenapa yang lembut itu selalu sutera

Kenapa yang hangat itu selalu matahari senja

Kenapa yang indah itu selalu senyuman kamu


Kalau harus aku kecap akankah terasa

Kalau harus aku lihat akankah kan nampak

Kalau harus aku raba akankah tersayat

Kalau harus aku dekap akankah tercurahkan

Kalau harus aku nyatakan akankah kau bersedia


Seperti tulisan yang tak berarti

Seperti tulisan yang tak tersusun rapi

Seperti tulisan yang tak menjelaskan apapun


Tapi,

Bisakah kau pinjamkan penghapus putih itu?

Ingin kuhapus tanya yang aku tulis

Karena takkan pernah aku dapatkan

Jawaban dan uraian alasan-alasannya



Bukan Cerpen/Bukan Puisi

 Istana Pasir.

Oleh: Si Ucul.


Seorang anak dan ayahnya berbaur dengan alam di pagi hari.

Diteriaki ombak, diselimuti hawa dingin dan goresan lurus ujung laut yang tenang ikut membias ketika matahari terbit menyapa.


Ember kecil yang menjadi wadah

Sekop dan cetakan, membantu membuat susunan

Pasir-pasir lembut ditumpuk, dipadatkan

Dijajarkan membentang dan tegak.


Satu, dua... satu, dua...

Hitungan singkat dan berulang itu diserukan


Bukan Bunga atau potongan kecil dari kelopaknya yang mereka kolase-kan

Hanya sehelai daun kecil yang tertancap di atas menara itu


Tangan mungilnya mencabut sedikit demi sedikit rumput-rumput kecil di tepi pantai

Ditempelnya disisi-sisi miniatur benteng


Senyum kecil ayah dan gelak tawa anaknya menyambut hangat istana pasir.


Saling berpegang tangan, pergi lalu meninggalkan

Tanpa takut akan hujan turun, atau ombak pasang di malam hari

Karena hanya terbuat dari pasir, istana itu akan kembali ke bentuknya.








Selasa, 20 Juni 2023

Bukan Cerpen/Bukan Puisi

Tertuju

Oleh: Enna


Duduk berbaris sambil memainkan jari,

Mendorong kaca jendela mobil,

Melihat patunjuk arah yang terpatok di persimpangan jalan,

Mengusap lengan baju, terlihat jam bertali hijau.


Mobil berhenti, seorang pemuda naik dan duduk di kursi dekat pintu,

Senyum ramahnya memulai petikan gitar berwarna coklat kayu manis,

Kata perkata yang diubah menjadi nada,

Merasuk ke hati, meracuni pikiran dan mengubah emosi

Meski diam, mata kian menanggapi

Satu ketukan, satu tetes air mata membasahi pipi.


Menunduk melewati penumpang yang lain,

Menunduk ketika melewati gang kecil,

Menunduk memperhatikan setiap langkah,

Semakin menunduk ketika seseorang menyapa.


Meski malu ingin ku lihat senyumnya

Meski ragu tetap ingin aku lihat ramah pandangannya

Meski cemas, apakah mungkin aku tujuannya?


Coretan

Rautan Pensil Oleh: Dina. S Ku berharap kamu bertanya Seberapa gram serbuk; atau Seberapa banyak gulungan lembut Dari sisa sayatan pensil ya...