Kamis, 31 Juli 2025

Puisi

Wangi

Oleh: Dina. S


Tak pernah aku keliru memilih waktu

Sementara kamu tak mungkin lupa

Kita saling berambisi untuk berlomba

Sampai di tempat yang tepat untuk bahagia


Usahaku yang cepat selalu membuahkan hasil

Meski ku kikis banyak hal dari berbagai sisi

Mengalahkan setengah jiwa untuk sebuah pertukaran

Harap karma yang baik yang kita garap bersama


Sendiri ku habiskan memilih kamu

Kamu yang tak sendiri sibuk memutuskan

Namun dua ikatan yang akan mengawali perjumpaan nanti 

Melekatkan wangi khasmu dan asamnya keringatku

Rabu, 30 Juli 2025

Puisi

Hantu Kemarau

Oleh: Dina. S


Patah hati terbesarku ada di kamu

Lancangnya dia tidak akan pergi

'Ku pertahankan cinta yang mengantung

Namun, dia mekar di tengah hubunganmu dengan yang lain


Kita tak lantas cepat tuk saling melupakan

Aturan-aturan aneh tentang penunjuk arah

Warisan, mewakilkan ku tuk warnai harimu

Cubitkan saat kamu bosan di tengah kemarau


Fenomena bulan merah muda yang kutunjukkan; adalah

Unggahan terindah yang kupamerkan; redakan

Kecemasan karena cerobohnya saat jatuh cinta

Kantongi saja, untuk bekal membahagiakannya

Curhat

Alasan

Oleh: Dina. S


Beritahu aku apa yang kamu mau

Tebas juga kegundahanmu itu

Jangan lupakan caramu tersenyum

Ijinkanku melihatnya karena, cukup rindu


Kita hitung kembali waktu yang telah dihabiskan

Yang kini rimbun menjadi kebun kenangan

Dia mungkin tampak pudar di matamu sekarang

Tapi, dia tempat utama saat kamu butuh pulang


Mengapa tak kamu buat satu permintaan

Agar memakai topi kerucut yang sama

Cantikmu membuatku terlena

Inti alasan agar aku bertahan

Rabu, 23 Juli 2025

Coretan

Menetap

Oleh: Dina. S


Lihat lebih lama ke dalam mata ini

Palingkan wajahmu juga darinya

Dengarkanlah aku yang kemarin kamu sakiti


Kau ingkari janji hati untuk saling mengobati

Kamu puja dia, menjadikannya sang pelipur

Lenyapkanku yang kembali mempelajarimu

Dalam malam senyap dan gelap,

Ku ingat-ingat cara pertama kali mengeja namamu


Keluguanmu menghiburku, saat kamu ketuk pintunya

Mengubur segala tentangku dan tak kembali lagi

Aku tahu kamu akan segera turun dari tempat asing itu

Maka aku akan menetap di sini hanya untukmu

Selasa, 22 Juli 2025

Secuil Kisah Gadis Berambut Hitam

Oleh: Dina. S


Gadis berambut hitam itu duduk di tepi gang sempit. Darah berceceran dari kedua daun telinganya. Matanya juga tampak lelah disertai lengan yang biru lebam. Diusapnya dada yang penuh dengan rasa sesak di seluruh rongga.

Penyesalan tanpa henti benar-benar membuatnya enggan untuk beranjak dari gang sempit itu. Yang ada dia sibuk melumati kepingan kenangan yang membekas. Tiada seorang pula yang iba lalu berbagi kasih, karena mereka pun sama sibuknya. Berhenti, berdesak-desakan di seluruh gang sempit.

Harapan yang pernah hadir menjadi bunga dalam mimpinya setiap malam. Dia berubah samar sebelum sirna, agar bisa direnungkan kembali oleh si gadis di dalam kamar. Inginnya yang serupa untuk saling erat dalam genggaman saat melewati gang sempit.

Harapan itu sama terangnya dengannya, aura mereka indah hampir menyaingi rembulan di tengah malam. Namun, realita yang keras tak rela gadis itu memeluk harapan itu lebih lama. Dia berubah seperti serigala yang mengoyak rusa di ujung tebing yang dingin. Kemudian berlalu untuk menjadi benalu di tempat semula.

Senin, 21 Juli 2025

Coretan

Si Matre

Oleh: Dina. S


Kamu tidak perlu merasa paling memahamiku

Jika kelak menghakimiku seribu kali

Seharusnya kamu jangan berpura-pura layaknya Ibu

Jika ingin mendapatkan ruang dari sepotong memori


Boleh saja dari awal aku berikan segalanya

Namun langkahmu yang jauh menggelitikku

Dan selalu memaksaku untuk tetap pada tempatnya

Hingga berperan sesuai cerita dari imajinasimu


Seharusnya perutmu telah kau kecilkan dari dulu

Agar semua mata mulai memihakmu kembali

Seharusnya tak kamu masamkan wajahmu juga

Tanpa harus membedah yang sebenarnya,

kecutmu tercium saat pertama bertemu


Minggu, 20 Juli 2025

Coretan

Si Pemalu Palsu

Oleh: Dina. S


Berapa lama lagi aku menahan rasa sakit ini

Diam dengan segala bayangmu di tempat sepi

Hingga saat ini yang ku ingin hanya bertemu denganmu

Meski nanti lupa akan arah pulang, aku masih kuat berjalan menuju kamu

...

"Menggulirkan kenangan akan kamu tiap malam,

menjadi ritual agar jiwa ini terlatih perih.

Ku ulangi ingatan dari kamu yang datang secara diam-diam,

hingga perangaimu yang berakhir menghujamku dengan dalam".

...

Ku biarkan kamu membebaskan diri

Dalam aturan yang membelenggumu

Yang seharusnya kamu anggap dia sebagai menara

Namun ternyata kamu memilih runtuhkan dia di depan mata


Beritahu, di mana tempatmu sekarang?

Jumat, 18 Juli 2025

Coretan

Kemurnian

Oleh: Dina. S


Akhirnya halusinasiku membuatnya candu

Semakin lekat seperti roti dilapisi selai madu

Hangat dengan kesalahan yang berulang

Berujung kosong di sepanjang malam


Kesedihan yang dicampur dengan kata-kata

Rasa rindu diaduk bersama tangis

Kepedihan selalu membangkang dalam laju realita

Menjadikannya Ratu peramu kisah cinta


Puisi menjadikan hatinya sekeras batu

Dan sedikit melunakkan sisi logikanya

Menampar berkali-kali batinnya yang ambigu

Melamunkan kembali hasratnya akan kisah yang telah lalu

Kamis, 17 Juli 2025

Coretan

Kalkulator

Oleh: Dina. S


Tertulis namanya dalam sebuah kolom

Berjajar di antara para penarik gandum

Duduk lemas dengan tangis membanjiri penuhi hari

Berharap bangkit, melalui sajak penuh fantasi


Bola matanya yang bulat sempurna hampir keluar

Hatinya yang dipenuhi metafora menjerit pecah berjilid-jilid

Dia berharap semua sirna kemarin

Namun gerutunya membawa si penutur kata


Dulu lemahnya dipenuhi pujian;

Kini menguji karena penuh caci maki

Upayamu sia-sia jika harus mengubah yang sudah tertulis

Kamu terlalu lemah untuk merusak kolom yang menjeratmu


Buah dari menyusun luka seseorang

Yang kamu robek lalu tukar untuk sebuah bantahan

Coretan

Balsem

Oleh: Dina. S


Rumah itu merindukan kita

Dia membiarkan ruamnya terbuka sejak lama

Rumah itu benar-benar merindukanmu

Tampak pilu wajahnya karena menahan rindu


Tanpamu, rumah itu bukan kita

Terlihat biasa seperti tempat yang lain

Meski begitu, aku berharap ada kamu

Duduk di tempat aku duduk waktu itu


Seharusnya kamu menyadari jika perpisahan itu ada

Dan tetap bersamaku sampai dia benar-benar tiba


Ku jelmakan kamu di indahnya mentari pagi

Ku hantarkan lembutnya sapamu dalam ritme sirine kereta api

Ku larutkan bayanganmu pada asap yang bercampur angin siang hari

Untuk menutup luka, ku rintikkan sekejap air mata ini

Sabtu, 12 Juli 2025

Coretan

Judul: Tak Ada

Oleh: Dina. S


Diam-diam kamu robek luka lama

Dengan menjebakku dalam sekantung tipuan

Saat hidup hanya memiliki lembaran yang tak berdaya

Kamu datang mencubitnya tuk menciptakan sebuah makna


Telah lama aku menunggu dan mencarimu

Ku habiskan juga waktu untuk merangkai kata

Saat mengutarakan ketertarikanku

Kamu cukup pahami segala rasa yang ada


Sisakanlah waktumu untuk bertemu denganku

Berikan sedikit saja kehangatan punyamu

Yang seharusnya kamu tukarkan sejak saat itu

Biar tak ada kisah tentang cinta masa lalu

Jumat, 11 Juli 2025

Coretan

Paku atau Origami

Oleh: Dina. S


Tak mungkin aku lama berdiam diri

Sejak lama ingin aku jauh berlari

Maaf aku tak lagi melanjutkan

Karena aku tahu ini sebuah kesalahan


Kesetiaan yang pernah kau beri

Menciduk ego yang telah lama keras di hati

Mengubahku selembut peri

Dia membekas lama hingga saat ini


Yang memenuhi isi hati, kepala dan hariku hanya kamu

Ada sebagai bayangan, dan tetap menjadi bayangan;

Saat mata tak lagi saling bertemu


Apakah aku harus mencatutmu,

Seperti paku bekas figura di dinding

Atau melipatkan kenangan tentangmu

Seperti origami lalu menetap sampai mati

Rabu, 09 Juli 2025

Coretan

Judul: Bonus

Oleh: Dina. S


Aku tutup sebagian dari wajahku

Saat ku temukan ada yang keliru

Tercium bau dari satu baju

Di dalam susunan lemari baru


Aku melihat kamu dari tenangnya hidup ini

Tanpa salam kamu membayangi diri

Menguburkan rencana yang ku suka

Dan tanpa sadar, kamulah rencananya


Tujuanku memudar karena ada kamu

Upaya menyelinap di urutan tersusun; membuat

Jumlah yang ku hitung tak lagi sama

Undianku atau benar kamu yang menginginkan; untuk

Hadir di tengah hariku yang tenang

Selasa, 08 Juli 2025

Coretan

Mie Tebal

Oleh: Dina. S


Tanpa nyali kamu melihat duniamu yang ramai

Dan berbalik memulai menceritakan tenangnya duniaku

Detik ke menit, menit ke jam dan seterusnya

Mengelabui pendengar untuk menukar kenyamanan


Kamu melahap seluruh hidupku

Kehampaanku, kamu jadikan hiburan

Di kelam dan gelapnya penjaramu


Dengan tenang kamu sebut ini seni mencintai

Dengan tamak kamu mengacuhkanku berkali-kali

Dengan riang kamu meninggalkanku sendiri

Senin, 07 Juli 2025

Coretan

Tempat Pulang

Oleh: Dina. S


Aku merindukan malam yang sepi itu

Gemercik air yang menyerbu tepian

Remang lampu jalan mendayu tanpa daya

Bergelantungan kesana-kemari terhembus angin


Malam, gemercik air, lampu jalan dan angin

Mengikat antara kenangan, harapan menuju pulang


Namun ada bagian lain yang teringat

Akan si penawar rasa

Malam sepi kian pekat

Berubah hangat ketika berjumpa


Tentangnya, 

Wanita yang penuh dengan rasa tenang

Berdiri di sudut halaman, duduk di gang sempit

Terkadang mencariku yang lupa waktu

Senyumnya yang riang membalut luka dari kecemasanku

Minggu, 06 Juli 2025

Coretan

Pengisiku

Oleh: Dina. S


Perona merah yang tergaris di pipimu semakin menipis

Bintik hitam yang sempat kamu hapus

Kini kembali menguasai; sehingga

membuatmu semakin candu akan rasa malu


Daya tarikmu yang kuat melemahkanku

Saat kamu rela memasuki gelapnya ruanganku

Mencoba mencabikku dengan ketidaktahuanku

Lalu berusaha pamit dengan senyum yang kau tiru dari aku


Kini kamu mencari tempat persembunyianku

Dipenuhi perasaan buruk, dipencarnya selembar fotoku

Beralih ke jalan yang salah demi bertemu denganku

Untuk berlama-lama bersemayam denganku

Coretan

Judul: Kembali

Oleh: Dina. S


Kamu akan menyadarinya setelah pergi nanti

Berharap menuliskannya dengan jelas

Di sisa lembaran terakhir milikmu itu

Meluapkan diksi saat hasratmu kembali


Kamu denganku serupa

Untukmu, aku yang tampak menjauh

Kamu pun memudar saat aku mendekat

Berakhir sama-sama berteriak ingin kembali


Aku bukan tempat persinggahan

Persimpangan pun berbeda denganmu

Kamu denganku ada untuk saling mencintai

Jabatlah tangan ini sebelum perpisahan mencoba menjerat kembali

Coretan

Judul: Goresan

Oleh: Dina. S


Diammu menyiksa di sisa hidupku;karena

Tragedi pelarianmu hari Rabu tahun lalu

Mungkin senyummu mampu mendekapku saat rindu

Namun dia pula yang menggoreskan luka sepanjang waktu


Telah lama kamu membungkam bibirmu itu

Seolah aku yang membuatnya terkunci

Apakah pikiranmu menumpuk segala tentang aku?

Atau hatimu yang telah lama terjerat olehku

...

Lihatlah aku yang kini sesak menyesali

Saat tahu kamu putuskan menjadi penyendiri

Meski raga ini menerimamu pergi

Tapi jiwa berharap kamu kembali

Sabtu, 05 Juli 2025

Coretan

Judul: Pelampiasan

Oleh: Dina. S


Dengan alasan apapun aku akan tetap menunggu

Untuk segera membebaskan diri kita

Di akhir pesta kincir angin minggu ini


Telah ku siapkan rangkaian kata yang sendu

Agar kau tahu di mana rasa sakit itu tertahan

Biarkanlah air mata kita mengalir pilu

Sebagai pengganti saat kau melemparkan senyuman


Jangan pernah mencari aku di tempat manapun

Karena tak ada pelampiasan yang lebih baik dariku

Jumat, 04 Juli 2025

Coretan

Judul: Bagaimana?

Oleh: Dina. S


Sampai kapan kamu mendiamkan aku

Yang menyisihkan waktu untuk bertemu

Tunjukkan di mana letak rasa sakit itu

Agar aku bisa mengobatinya satu per satu


Kukunjungi tempat persembunyianmu

Lalu di tembok yang sama aku sandarkan tubuh ini

Kuungkapkan perasaanku dengan mencoretkan namamu

Sebagai penenang saat dulu terkekang melihatmu menangis di sana

...

Tentang malam itu, masihkah menghiasi mimpimu?

Maukah ku perlihatkan juga perasaan ini?

Bagaimana aku berusaha menjagamu?

Dan dalamnya acuhmu mulai menggorogi hati

Rabu, 02 Juli 2025

Prosa Biasa Aja

Sejuk

Oleh: Dina. S


 Empat hari sebelum bulan Juni berakhir di tempatku sejuk. Dan aku masih memikirkan apa yang terjadi denganmu setelah kita berpisah saat itu. Apakah kamu masih memasang tingkahmu yang palsu, atau kamu mulai terbiasa terbuka menjadi dirimu sama seperti saat pertama kita bertemu.

 Apakah kamu sudah lupa dengan kebiasaan burukmu yang meninggalkan potongan kertas di sudut lemari di pintu kelas? Yang berisi harapan yang sama kecilnya dengan ukuran dari kertas itu. Dan tahukah kamu, aku adalah orang yang menemukan, membaca dan membantumu untuk mewujudkan.

 Kamu sudah memiliki segala yang diinginkan, bisakah membalas kebaikanku itu? Jika diri ini tidak ada seberapanya kamu, mungkin permintaanku pun tak lebih besar. Lihatlah aku yang menghabiskan waktu hanya demi kamu.

 Berharap angan ini larut bersama angin sejuk di akhir bulan Juni. Biar membekas bias dalam kabut pagi atau cahaya lampu jalan di malam hari. Namun hingga penghujung malam bulan Juni, angan ini masih menempatkanmu.

Selasa, 01 Juli 2025

Coretan

Konotasi

Oleh: Dina. S


Akhirnya kamu menyadarinya

Tentang aku yang kamu lihat saat itu

Meski peran kita tak sama

Namun sinar kita serupa


Dunia kita sama gelapnya

Keriuhan yang memburuku

Tak ada beda dengan kesunyian,

yang menyeretmu dari waktu ke waktu


Apa harus aku mengakui?

Akan rasa malu dari tatapan matamu

Dia tampak membekas dalam ingatan

Tak dapat ku balas karena ku takut jatuh cinta

Coretan

Influenza Oleh: Dina. S Terkuras habis tenagaku Untuk menahanmu yang ingin pergi Ku tukar duniaku yang sepi Agar warnamu tak lagi ditutupi B...