Balsem
Oleh: Dina. S
Rumah itu merindukan kita
Dia membiarkan ruamnya terbuka sejak lama
Rumah itu benar-benar merindukanmu
Tampak pilu wajahnya karena menahan rindu
Tanpamu, rumah itu bukan kita
Terlihat biasa seperti tempat yang lain
Meski begitu, aku berharap ada kamu
Duduk di tempat aku duduk waktu itu
Seharusnya kamu menyadari jika perpisahan itu ada
Dan tetap bersamaku sampai dia benar-benar tiba
Ku jelmakan kamu di indahnya mentari pagi
Ku hantarkan lembutnya sapamu dalam ritme sirine kereta api
Ku larutkan bayanganmu pada asap yang bercampur angin siang hari
Untuk menutup luka, ku rintikkan sekejap air mata ini
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.