Kamis, 17 Juli 2025

Coretan

Kalkulator

Oleh: Dina. S


Tertulis namanya dalam sebuah kolom

Berjajar di antara para penarik gandum

Duduk lemas dengan tangis membanjiri penuhi hari

Berharap bangkit, melalui sajak penuh fantasi


Bola matanya yang bulat sempurna hampir keluar

Hatinya yang dipenuhi metafora menjerit pecah berjilid-jilid

Dia berharap semua sirna kemarin

Namun gerutunya membawa si penutur kata


Dulu lemahnya dipenuhi pujian;

Kini menguji karena penuh caci maki

Upayamu sia-sia jika harus mengubah yang sudah tertulis

Kamu terlalu lemah untuk merusak kolom yang menjeratmu


Buah dari menyusun luka seseorang

Yang kamu robek lalu tukar untuk sebuah bantahan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Coretan

Buah Delima Oleh: Dina. S Bisakah aku pergi tanpamu, saat ku tahu Kamu bukan tempat terakhirku Liar perangaimu menelanku perlahan Lalu meluc...