Kalkulator
Oleh: Dina. S
Tertulis namanya dalam sebuah kolom
Berjajar di antara para penarik gandum
Duduk lemas dengan tangis membanjiri penuhi hari
Berharap bangkit, melalui sajak penuh fantasi
Bola matanya yang bulat sempurna hampir keluar
Hatinya yang dipenuhi metafora menjerit pecah berjilid-jilid
Dia berharap semua sirna kemarin
Namun gerutunya membawa si penutur kata
Dulu lemahnya dipenuhi pujian;
Kini menguji karena penuh caci maki
Upayamu sia-sia jika harus mengubah yang sudah tertulis
Kamu terlalu lemah untuk merusak kolom yang menjeratmu
Buah dari menyusun luka seseorang
Yang kamu robek lalu tukar untuk sebuah bantahan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.