Senin, 30 Juni 2025

Coretan

Film Pendek

Oleh: Dina. S


Bukankah terlalu singkat untuk saling mengenal?

Atau benar, kamu hadir hanya untuk menipuku?

Mempermalukan dengan berbagai tudingan yang keliru,

lalu berpura-pura hingga perlahan pergi jauhiku


Bukannya kebaikanku membuatmu tersipu?

Segala bujuk rayu seperti selimut malumu saat itu

Selalu ku membandingkanmu dengan matahari senja

Agar kamu mendekat dengan lugu lalu bermanja-manja


Seharusnya ku sisipkan sebuah lagu pengantar

Agar kamu bertahan di film kita yang sebentar

Senin, 23 Juni 2025

Cerpen Fiksi

Judul: Bekerja

Oleh: Dina. S


 Angin kencang menerbangkan kertas-kertas yang terjatuh dari papan pengumuman. Seorang pria berjaket merah mengambilnya dan menerawang beberapa kertas untuk memastikan apakah namanya tertera di salah satu kolom kertas tersebut. Lalu, dia mencabut satu pin untuk ditempelkan kembali dengan kertas yang ia genggam. Pria itu kemudian meninggalkan gedung yang menjadi tempat terakhirnya untuk mencari pekerjaan sambil berurai air mata.

...

 Kesulitan demi kesulitan ia lalui sendiri selama mencoba peruntungan saat setelah menyelesaikan pendidikan dan program magang yang dibuat pemerintah. Sebenarnya tidak ada satupun yang gagal dari sekian banyak percobaan yang dia lakukan, namun sayang tidak ada satupun yang menerimanya bekerja. Dan akhirnya membuatnya pesimis dan berasumsi jika memang ada pelicin tambahan agar bisa mendapatkan peluang bekerja di salahsatunya. 

 Ibu dari pria itu menelpon agar sang anak mengurungkan niatnya dan kembali ke rumah. Tapi dengan kondisi lingkungan yang kurang ramah membuat pria itu tetap teguh untuk mencari pekerjaan di luar kota. Karena sang Ibu memaksa anaknya pulang, akhirnya pria itu menuruti hanya dengan satu alasan jika dia tidak diterima di tempat berikutnya.

 ...

 "Tok, tok," suara pintu rumah diketuk oleh seorang wanita paruh baya sambil menangis. Pemilik rumah membuka pintu dengan lebar, dengan wajah pucat dia memeluk wanita yang mengetuk rumahnya. Setelah tangis mereda, wanita itu menceritakan perihal dia menangis. Si Pemilik rumah yang ternyata ibu dari pria itu, sontak saja menjerit lalu menangis sehingga jatuh pingsan. Ditelusuri hal yang diceritakan, itu terkait kondisi pria yang ditemukan tewas tertusuk. 

 Pelaku penusukan adalah orang yang merasa tersaingi karena masalah pribadi. Dan setelah ditelusuri lebih dalam, orang yang membuatnya tidak diterima bekerja adalah si pelaku. Saat berita disiarkan oleh salah satu stasiun TV, pelaku tersebut yang mengambil karya secara ilegal bahkan melakukan sayembara dari pencurian karya hingga percobaan pembunuhan. Berawal untuk menginginkan ketenaran berakhir untuk menutupi keburukan. Karena akhirnya pria itu menyadari jika sudah banyak karyanya dicuri oleh pelaku.

 Di atas pusara, sang ibu menangis menyesali keterlambatannya mengetahui bahwa anaknya memang telah lama menjadi incaran. Tak satu pun orang datang untuk menyampaikan permintaan maaf. Baik dari pelaku yang merupakan seorang publik figur, maupun dari mereka yang telah mengusik kehidupan anaknya demi sebuah sayembara.

...

 Beberapa bulan menjalani persidangan akhirnya pelaku diberi keringanan dan diputuskan menjadi tahanan rumah. Memiliki tiga anak kembar yang masih butuh perlindungan dan ASI, satu-satunya alasan hukumannya dikurangi.


-Selesai- 

Sabtu, 21 Juni 2025

Cerpen Fiksi

Ingin Punya Teman

Oleh: Dina. S


 Dengan penuh percaya diri seorang pelajar baru memperkenalkan dirinya di depan kelas. Seluruh ruangan senyap memperhatikan pelajar baru tersebut. Tak ada salah sama sekali dengannya, kata-kata yang lugas dan sikap yang sopan serta penampilan yang rapi. Di ujung perkenalan pun seluruh kelas riuh karena pelajar baru tersebut latah setelah tersandung meja pengajar. Meskipun ada satu orang yang mengetahui jika dia sengaja melakukannya. Namun satu siswa tersebut terbuka menerima, menganggapnya sekedar lelucon sederhana dengan ikut serta tertawa besama yang lain termasuk pelajar baru.

 Pelajar baru tersebut seorang remaja laki-laki yang punya selera humor dan ramah. Dia bisa diterima dengan baik oleh pelajar wanita, terutama anak-anak kerohanian. Kelebihan yang lain dia bisa menghafal satu halaman bacaan dengan tiga menit. Ya, tiga adalah angka favoritnya. Selama dia sanggup dia selalu melakukan segala hal dengan waktu yang berhubungan dengan angka tiga. Tiga detik memilih, tiga menit menghafal, tiga jam waktu senggangnya.

 Kelembutan hatinya membuatnya menjadi tempat untuk curhat dan saling berbagi solusi dari permasalahan teman-temannya. Dia selalu berbagi makanan atau skincare terutama sunscreen. Jikalau ada julukan terbaru, Warung Waralaba berjalan mungkin bisa disematkan untuknya.

 ..

 Selama dua tahun bersekolah, tak ada masalah sama sekali yang terjadi di antara dia dengan teman-temannya. Namun seketika hancur saat seorang Siswi menemukan flashdisk di tempat setelah dia duduk di perpustakaan lama. Siswi tersebut memberikan fashdisknya kepada seseorang yang namanya tercetak spidol permanen. Dan bukan nama dari pelajar baru tersebut.

 Tidak lebih dari tiga hari dunia pelajar baru berubah. Beberapa anak tidak ingin meminta solusi, tidak mendekat hanya untuk berbagi makanan dan skincare. Mereka berubah menjauh termasuk Pengajar beserta Staff. Dia duduk dan tersadar jika flashdisknya menghilang sewaktu di perpustakaan. Rusaklah pertemanan pelajar baru dan harapannya yang dia simpan di dalam flashdisk tersebut

 Pelajar baru tersebut menuliskan kembali yang diceritakan oleh teman-temannya dalam berbagai macam karya prosa. Baik puisi, pantun, kata mutiara dan cerpen. Dia pun menyimpan beberapa fotonya ketika mendapatkan berbagai penghargaan dari beberapa platform media sosial. Dia menyisipkan dokumen pengeluaran dari penghasilan menulis yang didapatnya. Meskipun dia pribadi yang hangat, ternyata dia menyimpan beberapa hasrat yang terpendam terhadap sosok yang tertera namanya di permukaan flashdisk. Dia membuat karakter fiksi di komik khusus dewasa yang terinspirasi dari sosok tersebut.

 Berbeda, saat semua memasuki ruang kelas setelah melaksanakan upacara bendera. Pelajar baru tersebut diinterogasi di ruang Bimbingan Konseling. Sekolah jarak jauh atau penghentian sepihak yang menjadi pilihannya. Tanpa waktu lama dia memilih untuk sekolah jarak jauh.

 Tidak ada satupun yang mengantarkan ke gerbang sekolah. Namun siswi yang menemukan flashdisk tersebut menguraikan airmata penyesalannya. Sambil melihat dari jendela kelas.

 ...

 Pemilik nama yang tercetak itu yang membuat siswi tersebut menangis. Seorang laki-laki dan kakak kelas mereka yang sudah lulus selang setahun setelah pelajar baru memasuki sekolah. Dan setelah lulus menjadi pembimbing salah satu jam tambahan di kelas mereka. Semuanya sudah saling mengenal dan akrab tentunya. Dia menangis karena laki-laki tersebut si Pemberi Harapan palsu. Bukan hanya kepada dia tapi beberapa wanita di sekolah. Dia tidak menyangka setelah mengetahui isi flashdisk dari desas-desus yang tersebar hingga dikeluarkannya pelajar baru tersebut. Lalu semuanya berfikir apakah pelajar baru itu salah satu korban Si Pemberi Harapan Palsu atau ingin membalaskan dendam yang lain dengan cara membuatkan karakter di komik dewasa yang ia buat?

 ... 

 Hari kelulusan tiba bersamaan dengan diterbitkannya komik dewasa milik Pelajar baru. Dan ternyata menjadi bestseller mengalahkan komik ternama yang terbit di bulan yang sama. Lalu, keluarlah dia untuk memberikan tanda tangan bagi pembaca. Sembari menjelaskan bagaimana prosesnya pengambilan ceritanya di mulai.

 Tidak dipungkiri dia suka sekali lingkungannya bersekolah. Mereka mengajarkan berbagi, selain berbagi makanan juga berbagi emosi atau saling peka atas kondisi satu sama lain. Dia meminta maaf karena cerita curahan hati beberapa temannya dia tulis menjadi beragam karya. Ternyata, apa yang ia bagi makanan, skincare dan pengeluaran yang lain itu didapatkan dari hasil karyanya. Dan sisanya sudah ia simpan di kas kelas. Namun, sama sekali dia tidak menyimpan empati terhadap sumber karakter yang menginspirasi di komiknya.

 Menurut Pelajar baru tersebut, pria itu pantas mendapatkan sedikit kesulitan di hidupnya. Dia memang bukan perusak para gadis, tapi perilakunya membuat para gadis depresi dan berujung melakukan percobaan mengakhiri hidup. Satu waktu dia melihat, yang ternyata siswi yang menemukan flashdisk pernah memberikan dengan rutin bekal makanannya untuk Si Pemberi Harapan Palsu. Sedangkan dia sendiri kelaparan disamping pria itu memakan bekalnya bersama teman-temannya sambil mengumpat apa yang dimakan. Target yang lain itu bundanya sendiri. Entah apa yang dipikirkan pria itu, dia memotret bagian sensitif saat bundanya memungut pecahan kaca dan memindahkannya ke tepi jalan. Dan itu terjadi di hari pertama masuk sekolah, Pelajar baru tersebut melihatnya sendiri. Bahkan memotret pria itu dari belakang, lalu menunjukan ke arah pembaca yang menghadiri acaranya.

 ...

 Tiga bulan berlalu dari waktu acara dan pengakuan Pelajar baru. Sebuah berita duka datang dari pria tersebut. Dia meninggal karena depresi dengan kecemasan berlebihan yang akhirnya mencoba menyerang beberapa orang. Saat dia akan menyerang seorang anak perempuan, seketika ayah dari anak perempuan itu menyerang kembali dan berakhir pria itu tumbang.

 Semua siswa dan siswi kembali mengajak bergabung Pelajar baru di forum kelas mereka yang masih dikelola ketua kelas. Namun, tidak lama dikeluarkan karena si Ketua Kelas menjadi sumber inspirasi komik dewasa dia berikutnya.

Coretan

Takhayul

Oleh: Dina. S


Apakah memerlukan perhormatan untuk taklukan hatimu?

Meski nilaimu mulai luntur sedari lama

Puluh ribu kali ku jungkir balik memikirkan,

namun tetap melarangku tahu segala tentangmu


Kau biarkan mereka menjarah dari tempatmu yang gelap

Lalu melepaskan segala hasratnya jauh dari tempatmu berpijak

Melontarkan rasa bangga dengan menaruh luka dari tempatmu yang gemerlap

Tanpa sengaja mereka rela menjejak dengan siratan di tempatmu menangis terisak

...

Mereka,

Getaran dari pikirannya menggulingkan lisan di ujung tulisan

Tak inginkan berlari melarikan diri

Geming suara angin bersama sayup lampu di taman

Membuatnya terkurung tanpa rasa takut

Jumat, 20 Juni 2025

Cerpen Fiksi

Pria Berbaju Ungu

Oleh: Dina. S


 Hanya pria berbaju ungu yang berani berjalan di atas sabit yang terpotong kemarin lusa. Dia tetap melenggangkan langkahnya untuk bisa sampai ke ujung tangga, melukai hingga bernanah tumit kedua kakinya. Merasa ramai, namun sejatinya ia sendiri dengan tangan dipenuhi luka dari meremas bunga mawar yang dicurinya.

 Mengelap dari sudut ke sudut dinding dengan kain ungu yang ia pakai sebagai baju. Berakhir muak karena debu mulai menumpuk sesaat sebelum dia menyelesaikan sebidang dinding. Dunianya yang majemuk terlahir dari kutukan yang didasari kegelisahan. Bertahanlah dia, lekat mengikat dengan kegelapan yang terikat pekat.

 Merasa memiliki diri dari sang Pemilik bukanlah hal yang memalukan untuk selalu bersikap tamak. Arogan dalam bertutur kata untuk menampikan keihlasan yang disuguhkan dunia. Mengakui keindahan yang tak pernah ia dapatan, berjalan membisukan orang yang mencintainya.

 Pria berbaju ungu merasa dirinya si penutun ribuan orang untuk keluar dari kegelapan. Saat ia mengibaskan tirai yang membelenggu, benang laba-laba dan debu yang berubah menjadi kapas memantik amarahny. Mencoba meremukkan ribuan orang yang tunduk akan dirinya. 

 Dia menghujat saat hujan mencoba mencacah cangkang yang membentengi egonya. Membantunya untuk segera naik ke ujung tangga atau keluar dari dunianya yang gelap. Kegelapan yang terlanjur menggelapkan dunianya ataukah diri dia yang sengaja tak rela lepas?

Sabtu, 07 Juni 2025

Coretan

Pengecualian

Oleh: Dina. S


Pantaskah aku menunggumu dengan perasaan gusar,

di tempat yang sama saat kamu menemukannya?

Keringat dari kegelisahan yang terperas

Membasahi surat cinta yang ku lipat sempurna


Dalam khayalku yang sepi ku jadikan diri ini

Sekumpulan awan putih yang terkadang berubah biru

Berkelana di atas hamparan hijau ladang petani

Seperti rima jantung yang dikuasai oleh rindu


Lamunanku kemarin masih menyaring bayanganmu

Kejujuranmu yang sengaja kau siratkan

Mengubahku saat merasakan arti dari pengecualian

Gerak menjadi jimat, diam untuk diingat


Cerpen

  Klise

Oleh: Dina. S


Minggu ke-2 bulan Juni terjadi keributan di depan gang rumah nenek. Meributkan dua kendaraan yang sama-sama rusak akibat dari kecelakaan yang dialami keduanya. Mereka berdua pun saling menuntut itikad baik. Sehingga pemilik mobil berkata jika mobilnya yang sama rusaknya pun membutuhkan biaya perbaikan. Dia sangat siap membawa motor si pengendara ke bengkel. Hanya saja sebagai gantinya, si pengendara motor pun harus melakukan hal serupa. Namun sayang si pengendara motor tetap merasa pemilik mobil yang bersalah, jadi pemilik mobil yang seharusnya meminta maaf dan mengganti kerugian tanpa menuntut balik.

Salah seorang dari warga sekitar membuka rekaman CCTV milik lingkungan tempat kejadian. Dilihat dari rekaman, ternyata si pengendara motor tersebut yang memulai insiden. Dia tidak berkutik meskipun sudah menunjukkan rekaman dari kamera kecil yang terpasang di helmnya. Isi rekaman tersebut membuktikan jika posisi mobil berada di titik buta. Dia menarik nafas panjang sambil menepikan motor, berfikir jika pembelaannya tidak membuat orang berpihak padanya. Ia mulai tertekan setelah melihat sekeliling tempat yang sudah dipenuhi oleh banyak pasang mata.

Emosi pemilik mobil tampak belum reda, dia mengangkat ponsel lalu menelepon seseorang. Seketika semua terkejut dan bersorak saat ia menyebutkan nama penerima telepon. “YuPri!!!!!!!!!” seru sebagian orang yang mengenalnya. Si Pengendara motor pun nyalinya semakin menciut setelah tahu wanita pemilik mobil yang sedang dia hadapi adalah anak dari Rapper idamannya. Tapi dia masih yakin jika idolanya tersebut masih bisa membelanya karena dia sudah tahu betul karakter dari berita serta biografi idolanya yang tersebar di berbagai media. Jika sang idola selalu bersikap adil dan tidak memihak kepada orang yang salah meskipun dirinya sendiri. Si pengendara motor pun salah satu anggota yang terhubung di channel Youtube sang idola.

Selang beberapa menit setelah si pemilik mobil menutup teleponnya. Kerumunan yang meramaikan gang tersebut terbelah. Mobil-mobil mahal yang membelah kerumunan menghampiri sang pemilik mobil dan si pengendara motor. Lalu, keluar sosok yang sedari tadi membuat riuh. Sementara gemuruh hati si pengendara motor terasa sehingga membuat wajahnya memerah. Tangis tak terbendung keluar sekejap setelah haru membiru menyelimuti kedua matanya. Sayang, saat *sebutsaja sang idola menghampiri bukan balasan ramah yang didapati. Motor si pengendara dijatuhkan sang idola dengan sekali sepak. Rasa suka cita tidak menyangka bisa berjumpa dengan sang idola dihancurkan dengan caci maki. Yang akhirnya membuat si pengendara motor tertunduk dan menangis.

Dalam sesak, dia menyadari kesalahannya. Dia pun teringat nasihat mendiang kekasihnya, jangan pernah megharapkan balasan jika sudah memberi apalagi mencurahkan segala kasih terhadap seseorang. Dia juga tersadar akan tempatnya yang hanya sebagai penggemar. Dan dia mendengar celoteh salah satu penduduk, “sadar diri kamu bukan siapa-siapa. Minta maaf saja. Semua orang juga tahu dia sayang sama anak dan keluarganya. Apalagi anaknya itu perempuan,”

Si pengendara motor pun menunduk dan meminta maaf. Dia memasrahkan dirinya untuk sujud ke arah idolanya karena paksaan dari orang-orang yang menyaksikan drama tersebut. Meski tampak sujud, ia maksudkan sujudnya semata untuk berserah diri. Raga mengecup tanah, jiwa mengarah kepada sang penguasa. Dalam sujud, dia meminta hatiya untuk ikhlas memaafkan dalam sujudnya pun dia meminta si pemilik hati memaafkan karena sikap acuhnya terhadap diri sendiri dengan lebih mengedepankan sisi emosi. Kemudian, sang idola seraya merangkul mengucapkan sepatah kata, “tidak apa-apa, saya maafkan”. Kemudian melepaskan rangkulannya kembali memasuki mobil mahal bersama anak perempuannya. Pria bertubuh kekar merekam segala aksi yang dilakukan idolanya. Selain si pengendara motor, semuanya meninggalkan tempat kejadian ditutup dengan mobil si pemilik yang diderek.

...

Di tempat lain dan waktu, sang idola melihat rekaman dari kamera yang terpasang di dashboard mobil anak perempuannya. Ternyata mobil tersebut memang benar berada di posisi titik buta. Selain itu, anak perempuannya mengendarai mobil sambil mendengarkan musik dengan volume 72. Diketahui saat sang idola tidak sengaja tombol play di musicplayer anaknya terpencet. Selain itu, dia pun tidak mengindahkan lima point peraturan yang dibuat oleh pengurus lingkungan sekitar kejadian. Yang salah satunya harus membuka minimal seperempat dari kaca mobil, agar tampak wajah pengunjung atau penghuni area yang keluar-masuk lingkungan tersebut. Sedangkan, si pengendara motor terlihat jelas wajahnya dari rekaman CCCTV.

Betapa pilu hati sang idola ternyata anaknya yang salah. Semakin meringis ia, saat videonya yang berakting menjadi orang bijak dengan merangkul seolah memaafkan perilaku si pengendara motor menjadi trending di berbagai media sosial. Terakhir muncul rasa malunya yang ternyata si pengendara motor adalah salah satu penggemar setianya.

Akhirnya diapun mulai bimbang, memikirkan antara karir dan nasib si pengendara motor di masa depan.


Selesai


Senin, 02 Juni 2025

Coretan

Berbaliklah

Oleh: Dina. S


Apakah kamu bintang yang selama ini menghiburku?

Mengenalkan puluhan cinta yang tak pernah ku dapati

Apakah kamu bintang yang selama ini terjaga untukku?

Memberikan pancaran sebagai harapan bersama tangis di hati

...

Apakah kamu malu mengakuiku?

Jika tidak ada batas itu, maukah berbalik?

"Waktu tak pernah menjeda untuk kita tetap sejalan,"

Ucapmu saat mengarahkan apa yang aku lamunkan

...

Ku biarkan ruang kosong ini untuk kau isi

Si pengisi seluruh halaman terakhir

Satu lembar yang ku tulis hanya tentang kamu

Minggu, 01 Juni 2025

Coretan

 Yang Membuatku Terdiam

Oleh: Dina. S


Meski sendiri, rumit membelit

Di tepis realita, belajar bertahan

Diri ini nadimu yang anggap kau ada

Selalu berjajar dari inti hingga ujung


Berikan aku nafas, anggaplah aku bangunan tua

Bukalah jendela ini atau dobrak pintunya

Biarkan udara masuk dan mentari menghangatkan

Jangan berhenti untuk selalu menantiku


Perpisahan yang pernah ada

Ku anggap semua hanya fiksi belaka

Sekarang dan untuk selamanya

Kita akan saling menjaga


Coretan

Sulit

Oleh: Dina. S


Tempat ramai kemarin mulai sepi

Tempat yang selalu diributkan

Dari masa ke masa saling teriak khianati

Tanpa seka memaki memperebutkan


Menyebrangi jembatan dalam kabut jingga

Riak air memburuk karena kerasnya angin

Kabut jingga berganti hitam

Semuanya gelap sampai ke ujung


Kegelapan menghimpitkan suasana

Dada mulai sesak, tangan bergetar

Saat nafas mulai melarutkan ketakutan

Ku bertanya dalam harap,

“Bolehkah aku hanya diam?”


Coretan

 - Oleh: Dina. S Ku ingin kamu hadir kembali dalam bingkai kacamataku yang tak lebih dari sejengkal ini Saat kamu ada ku tak ingin kamu perg...