Jumat, 20 Juni 2025

Cerpen Fiksi

Pria Berbaju Ungu

Oleh: Dina. S


 Hanya pria berbaju ungu yang berani berjalan di atas sabit yang terpotong kemarin lusa. Dia tetap melenggangkan langkahnya untuk bisa sampai ke ujung tangga, melukai hingga bernanah tumit kedua kakinya. Merasa ramai, namun sejatinya ia sendiri dengan tangan dipenuhi luka dari meremas bunga mawar yang dicurinya.

 Mengelap dari sudut ke sudut dinding dengan kain ungu yang ia pakai sebagai baju. Berakhir muak karena debu mulai menumpuk sesaat sebelum dia menyelesaikan sebidang dinding. Dunianya yang majemuk terlahir dari kutukan yang didasari kegelisahan. Bertahanlah dia, lekat mengikat dengan kegelapan yang terikat pekat.

 Merasa memiliki diri dari sang Pemilik bukanlah hal yang memalukan untuk selalu bersikap tamak. Arogan dalam bertutur kata untuk menampikan keihlasan yang disuguhkan dunia. Mengakui keindahan yang tak pernah ia dapatan, berjalan membisukan orang yang mencintainya.

 Pria berbaju ungu merasa dirinya si penutun ribuan orang untuk keluar dari kegelapan. Saat ia mengibaskan tirai yang membelenggu, benang laba-laba dan debu yang berubah menjadi kapas memantik amarahny. Mencoba meremukkan ribuan orang yang tunduk akan dirinya. 

 Dia menghujat saat hujan mencoba mencacah cangkang yang membentengi egonya. Membantunya untuk segera naik ke ujung tangga atau keluar dari dunianya yang gelap. Kegelapan yang terlanjur menggelapkan dunianya ataukah diri dia yang sengaja tak rela lepas?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Coretan

 - Oleh: Dina. S Ku ingin kamu hadir kembali dalam bingkai kacamataku yang tak lebih dari sejengkal ini Saat kamu ada ku tak ingin kamu perg...