Sabtu, 07 Juni 2025

Cerpen

  Klise

Oleh: Dina. S


Minggu ke-2 bulan Juni terjadi keributan di depan gang rumah nenek. Meributkan dua kendaraan yang sama-sama rusak akibat dari kecelakaan yang dialami keduanya. Mereka berdua pun saling menuntut itikad baik. Sehingga pemilik mobil berkata jika mobilnya yang sama rusaknya pun membutuhkan biaya perbaikan. Dia sangat siap membawa motor si pengendara ke bengkel. Hanya saja sebagai gantinya, si pengendara motor pun harus melakukan hal serupa. Namun sayang si pengendara motor tetap merasa pemilik mobil yang bersalah, jadi pemilik mobil yang seharusnya meminta maaf dan mengganti kerugian tanpa menuntut balik.

Salah seorang dari warga sekitar membuka rekaman CCTV milik lingkungan tempat kejadian. Dilihat dari rekaman, ternyata si pengendara motor tersebut yang memulai insiden. Dia tidak berkutik meskipun sudah menunjukkan rekaman dari kamera kecil yang terpasang di helmnya. Isi rekaman tersebut membuktikan jika posisi mobil berada di titik buta. Dia menarik nafas panjang sambil menepikan motor, berfikir jika pembelaannya tidak membuat orang berpihak padanya. Ia mulai tertekan setelah melihat sekeliling tempat yang sudah dipenuhi oleh banyak pasang mata.

Emosi pemilik mobil tampak belum reda, dia mengangkat ponsel lalu menelepon seseorang. Seketika semua terkejut dan bersorak saat ia menyebutkan nama penerima telepon. “YuPri!!!!!!!!!” seru sebagian orang yang mengenalnya. Si Pengendara motor pun nyalinya semakin menciut setelah tahu wanita pemilik mobil yang sedang dia hadapi adalah anak dari Rapper idamannya. Tapi dia masih yakin jika idolanya tersebut masih bisa membelanya karena dia sudah tahu betul karakter dari berita serta biografi idolanya yang tersebar di berbagai media. Jika sang idola selalu bersikap adil dan tidak memihak kepada orang yang salah meskipun dirinya sendiri. Si pengendara motor pun salah satu anggota yang terhubung di channel Youtube sang idola.

Selang beberapa menit setelah si pemilik mobil menutup teleponnya. Kerumunan yang meramaikan gang tersebut terbelah. Mobil-mobil mahal yang membelah kerumunan menghampiri sang pemilik mobil dan si pengendara motor. Lalu, keluar sosok yang sedari tadi membuat riuh. Sementara gemuruh hati si pengendara motor terasa sehingga membuat wajahnya memerah. Tangis tak terbendung keluar sekejap setelah haru membiru menyelimuti kedua matanya. Sayang, saat *sebutsaja sang idola menghampiri bukan balasan ramah yang didapati. Motor si pengendara dijatuhkan sang idola dengan sekali sepak. Rasa suka cita tidak menyangka bisa berjumpa dengan sang idola dihancurkan dengan caci maki. Yang akhirnya membuat si pengendara motor tertunduk dan menangis.

Dalam sesak, dia menyadari kesalahannya. Dia pun teringat nasihat mendiang kekasihnya, jangan pernah megharapkan balasan jika sudah memberi apalagi mencurahkan segala kasih terhadap seseorang. Dia juga tersadar akan tempatnya yang hanya sebagai penggemar. Dan dia mendengar celoteh salah satu penduduk, “sadar diri kamu bukan siapa-siapa. Minta maaf saja. Semua orang juga tahu dia sayang sama anak dan keluarganya. Apalagi anaknya itu perempuan,”

Si pengendara motor pun menunduk dan meminta maaf. Dia memasrahkan dirinya untuk sujud ke arah idolanya karena paksaan dari orang-orang yang menyaksikan drama tersebut. Meski tampak sujud, ia maksudkan sujudnya semata untuk berserah diri. Raga mengecup tanah, jiwa mengarah kepada sang penguasa. Dalam sujud, dia meminta hatiya untuk ikhlas memaafkan dalam sujudnya pun dia meminta si pemilik hati memaafkan karena sikap acuhnya terhadap diri sendiri dengan lebih mengedepankan sisi emosi. Kemudian, sang idola seraya merangkul mengucapkan sepatah kata, “tidak apa-apa, saya maafkan”. Kemudian melepaskan rangkulannya kembali memasuki mobil mahal bersama anak perempuannya. Pria bertubuh kekar merekam segala aksi yang dilakukan idolanya. Selain si pengendara motor, semuanya meninggalkan tempat kejadian ditutup dengan mobil si pemilik yang diderek.

...

Di tempat lain dan waktu, sang idola melihat rekaman dari kamera yang terpasang di dashboard mobil anak perempuannya. Ternyata mobil tersebut memang benar berada di posisi titik buta. Selain itu, anak perempuannya mengendarai mobil sambil mendengarkan musik dengan volume 72. Diketahui saat sang idola tidak sengaja tombol play di musicplayer anaknya terpencet. Selain itu, dia pun tidak mengindahkan lima point peraturan yang dibuat oleh pengurus lingkungan sekitar kejadian. Yang salah satunya harus membuka minimal seperempat dari kaca mobil, agar tampak wajah pengunjung atau penghuni area yang keluar-masuk lingkungan tersebut. Sedangkan, si pengendara motor terlihat jelas wajahnya dari rekaman CCCTV.

Betapa pilu hati sang idola ternyata anaknya yang salah. Semakin meringis ia, saat videonya yang berakting menjadi orang bijak dengan merangkul seolah memaafkan perilaku si pengendara motor menjadi trending di berbagai media sosial. Terakhir muncul rasa malunya yang ternyata si pengendara motor adalah salah satu penggemar setianya.

Akhirnya diapun mulai bimbang, memikirkan antara karir dan nasib si pengendara motor di masa depan.


Selesai


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Coretan

Rautan Pensil Oleh: Dina. S Ku berharap kamu bertanya Seberapa gram serbuk; atau Seberapa banyak gulungan lembut Dari sisa sayatan pensil ya...