Sulit
Oleh: Dina. S
Tempat ramai kemarin mulai sepi
Tempat yang selalu diributkan
Dari masa ke masa saling teriak khianati
Tanpa seka memaki memperebutkan
Menyebrangi jembatan dalam kabut jingga
Riak air memburuk karena kerasnya angin
Kabut jingga berganti hitam
Semuanya gelap sampai ke ujung
Kegelapan menghimpitkan suasana
Dada mulai sesak, tangan bergetar
Saat nafas mulai melarutkan ketakutan
Ku bertanya dalam harap,
“Bolehkah aku hanya diam?”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.