Sabtu, 11 November 2023

Cerpen

 Gusar

Oleh: Dina.S


Sebuah balon terikat di pergelangan tangan

Gula kapas yang kian menyusut tergenggam erat di tangan satunya


Perjalanan panjang, sepi, gelap dengan pohon-pohon rindang di kedua sisi

Angin lembut namun dingin menyibak rambutnya yang terurai hingga bahu

Tetesan air mata yang mengalir di pipinya yang lemas

Menderai di sepanjang perjalanan yang tiada henti, tanpa arah dan tujuan


Kini,

Dia duduk di atas sisa kayu yang tertebas sambaran petir kemarin malam

Lalu mengalungkan balon di ujung kayu yang runcing

Gula kapas yang terlepas dari genggamannya,

Terbang terbawa angin lalu berhenti di seberang jalan


Esoknya,

Seorang laki-laki menyekapkan bunga anggrek di tempat yang sama


Rabu, 08 November 2023

coretan

Dia(seseorang)
Oleh: Dina.S

Kamar kosong dan jendela keropos
Tembok-tembok yang dibiarkan berdebu
Suara serangga di balik pecahan keramik
Benang laba-laba yang menjulur di batas cat yang terkelupas

Lampu samar-samar karena meredup
Engsel pintu yang tak kuat mengganjal
Dan coretan-coretan kotor di sisi luarnya

Pigura yang tak berwajah
Tergores kacanya berhiaskan lelehan gula-gula
Kaus kaki kendur menyibak terpaku bersamanya

Tiada kata yang mesti aku tutur
Bukan pula cerita yang bisa terstruktur
Karena
Kisah yang sudah luntur,
Bersama mimpi yang ikut terkubur


Senin, 06 November 2023

Coretan

Surat Cinta

Oleh: Dina.S

Hy,

Teruntuk kamu yang hadir di mimpiku yang singkat, bisakah hadir di mimpiku yang selanjutnya?

Untuk menciptakan sebuah perbincangan yang bukan hanya di isi dengan sebuah pandangan.

Teruntuk kamu pemilik senyuman yang menggores dan meninggalkan jejak yang indah di relung hati ini, bisakah untuk merayuku kembali dengan sapaanmu yang halus?

Untuk menjadi teman ketika hati mulai lara kembali di esok hari.

Teruntuk kamu yang beraroma serbuk kayu manis, bisakah untuk yang terakhir kali melewati menuju arahku?

Untuk mengobati rasa rindu yang teramat dalam.

Bye


Jumat, 03 November 2023

Penjelasan Cerpen "Melukis"

 Assalamualaikum wr wb,

Maaf baru dibahas cerpen yang berjudul ‘Melukis’. Sebenernya ada dua pilihan gambaran buat tulisan ini. Cuma saya ngasih makna dari sudut pandang yang pertama

Bismillahirrahmanirrahim,

Di tulisan ini ada pria dan wanita. Yang dalam artian bukan gender, ya. Tapi lawan, masih belum masuk ke logika? Gini, di kehidupan itu kan ada malam dan siang, ada syurga dan neraka. Nah, pria dan wanita ini dimaksudkan ke dua kubu/boleh dua personal yang sedang punya problem’masalah’. Kayak grup King dan grup Kong. Regu Merah atau Biru. Satu lagi biar nambah yakin, kayak si A dan si Z. Hahahaha.. panjang ya ceritanya.

Oke, bait pertama: Tokoh pertama yang mencoba mengendalikan target, besi di sini relasi kuat dan layangan itu targetnya. Nyangkut berarti lagi terpuruk, enggak maju enggak mundur, mati segan hidup ga ada guna. Hahahaha. Balkon menunjukan kekuasaan, dan sikap terbuka. Sedangkan kamar tersekat, perasaan antara tega dan ga tega.

Bait kedua: Tokoh kedua yang dijadikan target, yang mengeluh karena rasa putus asa. Rantai di sini diartikan pekerjaan, kepercayaan diri, perlakuan orang yang baik terhadap dirinya.

Bait ketiga: provokator ajalah nyebutnya atau orang ketiga yang mengambil kesempatan di antara mereka. Hahaha. Dia membuat orang yang dibait pertama mendapatkan layangan(target) dan membuat target tersebut mudah dikendalikan. Terbang ke mana, ditarik, diulur, diadu, dijemur, dll.

Bait ke-empat: diapun membantu orang yang di bait kedua dorongan, motivasi hidup, dan sokongan ekonomi. Berasa kehidupannya kembali berjalan normal. Namun tetap ada di genggaman orang pertama yang mengendalikan hidupnya yang kadang membuatnya bahagia, sedih dan bahkan terluka.

Bait ke-lima: penonton (tukang ghibah), yang menyaksikan bahkan menggoreng-goreng drama kedua orang yang sedang berseteru. Hingga benar-benar tenggelam hingga lupa akan masalah diri mereka masing-masing. Kenapa digambarkan bebek? Bebekkan kompak dan mengikuti arahan. Nah yang mengarahkannya itu ya Provokatornya.

Seperti itu saja. Makna pilihan nomor duanya, insyaallah nanti dishare. Terimakasih banyak atas perhatiannya. Semoga suka coretan saya.

Wassalamu’alaikum wr,wb.


Rabu, 01 November 2023

Coretan

Sebuah Pengakuan

Oleh: Dina.S


Dua pohon berayun-ayun di pinggir sungai

Air yang beriak seperti mewakili jeritan ikan-ikan,

"Namun terdengar tenang ketika batu dilalui", lirihnya


Bintang yang jatuh melesat bebas di lapisan atmosfer

Awan baru pun terbentuk dari pesawat yang mengudara

"Hiasan yang lembut", fikirnya


Daun yang berguguran hanyut bersama arus sungai yang bergemuruh

Berakhir membentuk delta lalu bermuara

Terselip di antara pasir dan bebatuan


Aku menunggu sebuah pengakuan

Di mulai dari tatapan matamu yang selalu terlihat gelisah itu


Senin, 30 Oktober 2023

Penjelasan Coretan 'Belum Habis'

 Assalamualaikum wr wb,

Ijinkan untuk menjelaskan coretan yang berjudul ‘Belum Habis’.

Bait pertama, baris:

1, Membayangkan problematika yang akhirnya menemukan solusi/jalan keluar

2, Mendapatkan buah dari kesabaran yang disimbolkan dengan nasi putih yang berarti kekuatan, sup tahu berarti kebebasan dan larutan jahe keharmonisan/kehangatan dalam jiwa. (Sup tahu itu terinspirasi dari resep sup tahu Ho*b*n yang sering lewat di FYP)

Bait kedua, baris:

1, Masih terbayang saat di mana mulai mempercayai seseorang

2, Menyayangi dan memasrahkan segalanya dengan segenap ketulusan.

Bait ketiga:

Itu cuma solusi, dalam mengisi hari-hari yang dipenuhi problematika hingga selesai suatu hari nanti. Soal senyuman di sini, bukan senyuman Mantan suami, anggota keluarga atau siapapun.

Segini dulu penjelasannya.

Penulisan makna yang dituang kembali menjadi lebih sedikit jujur, tertulis di buku tulis. Mohon maaf ga bisa dishare.

Silahkan boleh disadur... Bagi yang butuh... Semoga berkah dan bermanfaat. 🌱🌱

Wassalammu'alaikum wr, wb.


Sabtu, 28 Oktober 2023

Coretan saja

 Siapa Namamu?

Oleh: Dina.S


Duduk menghadap api unggun

Yang senantiasa menari-nari

Mencoba menghibur di malam yang semakin larut


Memetik bunga di dinding labirin

Melopek tiap kelopaknya sambil mengumpat


Jika tak ditemui pasir di pantai

Mungkin kujadikan tebing untuk tempat renungan

Memejamkan mata dan merasakan yang ada

Lembutnya angin yang tertiup

Hangatnya mentari

Desiran ombak menderu di atas batu

Lalu saat membuka mata

Birunya langit dan lautan yang bertemu di ujung cakrawala

Menjamu gempulan awan dan buih di lautan


Kamis, 26 Oktober 2023

Coretan Buat Kamu

Hitam

Oleh: Dina.S


Aku melihat percikan kembang api

Ketika kornea matamu yang hitam melebar

Aku melihat penjepit merah juga

Yang menghimpit beberapa helai rambut hitammu


Masih teringat malam itu

Indahnya bintang, bulan dan gemerlap lampu pesawat

Dengan dasar langit hitam yang kulihat dengan dalam

Lalu,

Lampu-lampu di tepian jalan yang kian menjauh

Dan membayang, mengecil tanpa membekas

Menghilang dari ujung jalan yang hitam


Dari hitam mereka membaur dan berakhir dengan hitam pun kita berpisah


Minggu, 22 Oktober 2023

Bumi

Oleh: Dina.S


Tiada tempat untuk bumi menyendiri

Jika di atasnya saja gunung-gunung silih berpangku dan menjulang tinggi

Meski langit menyelimuti,

Tapi tiada kuasa untuk menengadah ketika awan menurunkan hujan


Samudera si penguasa itu menjadi saksi bisu


Sementara ketika bumi belum bersedia,

Sekali menggeliat, pohon-pohon beradu

Dan burung-burung berhamburan

Melewati bias pelangi di siang hari


Kaupun meragukan bumi ketika terlelap

Dengan asap tebal, pekikkan yang menderu

Tidakkah kau ingat; jika

Bumi itu tujuan dan tempatmu kembali?


Coretan Anak Mama

Ibu

Oleh: Si Monster


Suara yang indah adalah suara alam

Yang terbentuk dari deburan ombak


Pemandangan yang indah adalah pemandangan alam

Saat cahaya bulan yang memantul di tengah lautan


Pelukan yang hangat adalah pelukan alam

Tiada timur atau barat jika mentari tak hadir di harimu


Coretan Biasa

Belum Habis

Oleh: Dina. S


Membayangkan hujan di tengah musim kemarau

Termanjakan dengan

Nasi hangat, sup tahu dan larutan jahe parut


Menempelkan pipi di teras,

Dengan hembusan angin dan rambut yang terurai


Membayangkan senyummu saat itu

Tak pernah tersentuh dan selalu hangat

Di dalam lamunanku yang sepi

Dan akan tetap seperti itu hingga

Hujan turun di awal bulan November dan seterusnya...


Coretan

Rautan Pensil Oleh: Dina. S Ku berharap kamu bertanya Seberapa gram serbuk; atau Seberapa banyak gulungan lembut Dari sisa sayatan pensil ya...