Kamis, 06 Maret 2025

Puisi

Karena tidak terpilih di sayembara puisi. Ijinkan saya membagikan puisinya:


Tangan-tangan

Oleh: Dina. S 


Tangan-tangan yang gelisah

Mengusap embun pagi dari daun ke daun

Bersemangat untuk melewati hari

Layaknya aktor yang menggelar pertunjukan tiada henti


Keberadaannya yang tak pernah kau anggap

Kesibukanmu jugalah yang menutup kesadaranmu

Tak sengaja melukai hingga pupuskan rasa rindunya


Dia tak pernah gelisah dan bukan si pencerita

Jangan pernah mereka-reka tentangnya

Terpangkas hidupnya tuk memanjakanmu

Tak haus dipuji, berhentilah menyakiti


Usaplah dan ucapkan terimakasih

Kecup ia lalu meminta maaf

Rangkullah saat ia berkeluh kesah

Sama seperti ketika kamu ingin menyerah


Karawang, 27 Februari 2025


Bionarasi: perkenalkan nama saya Dina, seorang ibu rumah tangga yang suka menulis dan mendengarkan lagu kosidah. Semoga pembaca menyukai puisi buatan saya. Puisi ini terinspirasi dari beberapa keadaan, pertama isi hati para penggemar kepada idolanya. Kedua, tangan kita yang selalu beraktivitas. Terakhir dari anggota keluarga yang menyayangi kita. Mohon maaf jika kurang puitis puisinya. :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Coretan

 - Oleh: Dina. S Ku ingin kamu hadir kembali dalam bingkai kacamataku yang tak lebih dari sejengkal ini Saat kamu ada ku tak ingin kamu perg...