Karena tidak terpilih di sayembara puisi. Ijinkan saya membagikan puisinya:
Tangan-tangan
Oleh: Dina. S
Tangan-tangan yang gelisah
Mengusap embun pagi dari daun ke daun
Bersemangat untuk melewati hari
Layaknya aktor yang menggelar pertunjukan tiada henti
Keberadaannya yang tak pernah kau anggap
Kesibukanmu jugalah yang menutup kesadaranmu
Tak sengaja melukai hingga pupuskan rasa rindunya
Dia tak pernah gelisah dan bukan si pencerita
Jangan pernah mereka-reka tentangnya
Terpangkas hidupnya tuk memanjakanmu
Tak haus dipuji, berhentilah menyakiti
Usaplah dan ucapkan terimakasih
Kecup ia lalu meminta maaf
Rangkullah saat ia berkeluh kesah
Sama seperti ketika kamu ingin menyerah
Karawang, 27 Februari 2025
Bionarasi: perkenalkan nama saya Dina, seorang ibu rumah tangga yang suka menulis dan mendengarkan lagu kosidah. Semoga pembaca menyukai puisi buatan saya. Puisi ini terinspirasi dari beberapa keadaan, pertama isi hati para penggemar kepada idolanya. Kedua, tangan kita yang selalu beraktivitas. Terakhir dari anggota keluarga yang menyayangi kita. Mohon maaf jika kurang puitis puisinya. :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.