Jalan Hantu
Oleh: Dina. S
Ku lihat pedagang kayu bersama anaknya yang bungsu
Potongan kayunya diikat, ditumpangkan di atas sepeda
Dengan kuat mereka mendorongnya menuju kota
Di belakangnya si pemotong kayu menyusul dengan pelan
Wajahnya kusut dan keringat membanjiri badannya
Satu perkakas yang dia bawa
Namun meski satu, ukuranya besar
Dan berpijar saat terkena cahaya
Jalan berhantu selalu dipenuhi misteri
Hari ini bercerita tentang kayu, kemarin pedagang batu
Di luar mereka perkasa dengan mata tak punya karsa
Sebenarnya mereka sedang berputus asa
Dan menunggu waktu untuk bercerita
Cerita sama yang pernah ku lihat
Bedanya kali ini ada si pemoles menunggu di kota
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.