Dua Ribu
Oleh: Dina. S
Lupa pernah ditunggu, meriahnya selalu dirindu
Berharap malam itu tak merelakan kita pergi
Biar hening tak menyambung di esok hari
Tersemat di beranda buku-buku pengikutnya
Ku bukan perasa seperti pujangga
Hanya seorang anak sapi yang memakan rumput
Susunya diperas dan dagingnya dipanggang
Ku tak bisa lelah dan tak bisa serakah
Karena ayahku kerbau yang tenaganya dikuras
Untuk melindas tanah-tanah yang keras
Aku atau kamu adalah dua ribu
Bersorak dan saling merangkul tak ada tabu
Kami dan kalian bukan dua ribu
Lepas dalam jemari pergi sendiri-sendiri
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.