Judul: Tolak Rapuh
Oleh: Dina. S
Dia yang terperangkap dalam gelap. Keteduhan yang terekam di antara semak belukar. Terkurung dengan nyanyian jeritan malam. Geram dari yang buas nyaris ciutkan nyalinya. Tergores berulang kali, tetap teguh karena menolak rapuh.
Matahari yang sengatannya masih sama seperti tawon di kebun bunda. Terpantik indah nama sang pujangga. Dia yang mengembara dari dua sisi yang jelas mengutuknya. Kembali berulah tanpa mengulang trauma, mencoba merangkap mimpi saat jumpa kesempatan kedua.
Kalimat-kalimat santun yang menyapu segelas kenangan. Menuliskan dengan tarian pena, guratan harapan akan suatu kesenjangan. Menyibak rindu yang menyekat, lalu rela berlama-lama mengisi pandangan. Menggulirkan waktu menua bersama.
Kamis, 15 Januari 2026
Coretan
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Coretan
Rautan Pensil Oleh: Dina. S Ku berharap kamu bertanya Seberapa gram serbuk; atau Seberapa banyak gulungan lembut Dari sisa sayatan pensil ya...
-
Dasi Oleh: Dina. S Kamu membuatku menunggu lama Tunjukan arah tempatmu saat ini Ku putar gelombang agar ku menemukanmu Beri tahulah, ku kan ...
-
Baca Buku Oleh: Dina. S Entah bagaimana caranya mendapatkan dia Dia yang tak pernah menganggapku ada Atau bisakah aku segera membisikkannya ...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.