Jumat, 31 Oktober 2025

Coretan

Jam Tujuh Belas

Oleh: Dina. S


Seandainya kita bertemu lebih dulu

Mungkin aku bisa menjadi yang terbaik

Namun betapa berharganya waktu

Ku biarkan diri ini berhenti dan tak ingin kembali


Jika dengan sengaja aku menunggu di tempat itu

Apakah kamu bsa melihatku secara utuh?

Tidak hanya saling memandang sepatu yang kita kenakan

Atau sekedar ujung topi lalu beralih kembali ke tepian pagar


Hanya karena kita tak sama

Kamu merasa terluka jika ku nilai liar

Namun kamu takkan melupakan

Ratusan kegaduhan yang ku buat kemarin malam


Jika kuremukkan lara dalam rongga terang cahaya senja

Mungkin kamu akan berlari jauh dengan luruh riang

Dan ku hancur di ujung remang hingga petang datang

Coretan

Komposisi

Oleh: Dina. S


Seharusnya kita duduk bersama

Seperti dua sejoli yang memadu cinta

Dengan melodi yang menghangatkan jiwa

Menghirup sup lalu bertukar cerita

...

Ku pijarkan kata perkata saat menangis rindu

Membiarkannya bercerai berai

Ku akan menyusunnya saat kita kembali

Menunjukkan dengan tenang sesuai urutan

Selasa, 14 Oktober 2025

Coretan

Kenangan
Oleh: Dina. S

 Wanita yang menjerit kemarin, kini dia menanggalkan pakaiannya di bawah lorong. Dia biarkan dirinya terendam air yang dingin. Menderetkan kenangan dalam awan-awan tipis karena tak ada satu dari mereka yang inginkan untuk lenyap meski sekejap. Membiarkannya membara separuh waktu lalu kembali terselip dalam butiran hujan. Berakhir meresap, menggeburkan tanah bersama bunga yang mekar cuma satu hari.

 Kenangan itu dibiarkan tumbuh menjadi penenun di taman bersama bunga. Dia tetap membisu hingga membiarkan serangga melumatinya. Saat ia jerat tubuh serangga seperti seekor pengerat, dia hentakkan kaki serangga itu lalu membiarkan sisanya ikut bersama.

 Angin tipis mengantarkannya dalam sebuah dahan. Tampak juga burung yang riang dengan cacing lembut di mulutnya. Lalu hinggap berjajar dengan serangga yang terhipnotis kenangan yang menjalarnya. Riuh yang semakin terdengar dari kicauan anak-anak burung membuat serangga terbangun. Dengan mata sendu dia mencoba menjauh dengan kepakan sayapnya yang tiba-tiba rapuh. Begitu lemah membuatnya tertangkap oleh burung tanpa iba.

 Jauh serangga itu masuk ke dalam tenggorokan hingga meleleh dengan cairan asam dalam perut burung. Kenangan itu berpindah dan burung itu tak ada rasa jenuh terus berkicau dengan anaknya sepanjang hari. Baginya menelan serangga yang sendu seperti suplemen pagi hari.

 Kenangan itu berpindah-pindah dari satu tempat, menuju wadah lalu pergi dan pasrah ke dalam raga tiap raga tak tahu waktu. Dia takkan pernah berakhir juga tidak akan pernah musnah. Seperti sebuah rekaman lagu, yang terus-menerus mencoba menjebak insan dalam satu rasa yang seolah sama.

Lagi Gak Suka Dia

Ingin Melupakannya

Oleh: Dina. S


Kita harus bersembunyi untuk saling mendengar

Menjaga penuh bayangan diam-diam 

Berpura-pura senyap saat ramai mulai dekat

Sama-sama meronta dipenuhi pinta akan realita


Ku ingin tebaskan diri ini sendiri

Sengaja ku relakan mereka menghujam

Dengan pekikan hingga serak suaranya

Ku hibur dia yang diam sejak lama


Ku tak tahu untuk apa aku ada

Karena aku tak pernah merasa ada

Ku tak lagi mengharapkan dia menyukaiku

Karena aku akan melupakan dia selamanya

Coretan

 - Oleh: Dina. S Ku ingin kamu hadir kembali dalam bingkai kacamataku yang tak lebih dari sejengkal ini Saat kamu ada ku tak ingin kamu perg...