Hanya Debu
Oleh: Dina. S
Kita pembohong yang sempurna
Diam tampak bemakna namun saat bersuara
Semuanya sirna dalam sekajap mata
Kamu melenggang indah dibalik tirai
Dan mulai ramaikan suasananya
Pola rangkaian kata dengan irama
Menggema seisi kepala, getarkan di inti dada
Menyapa dalam sajak yang sesak
Meski hanya sebatas tuan dan budak
Rasanya ingin erat nan pekat
Namun nyata harus menjauh karena takkan pernah retak
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.