Wanita
Oleh: Dina. S
Di bawah jam kota dia menunggu dengan rasa sesal yang sama
Bertemankan hati perih yang menari dan membayangi
Penduduk menjaring di pandangannya berlalu-lalang
Semakin lama mulai menjarang bersama asap di sore hari
Tetesan air keluar dalam selaput kelopak matanya
Diam dengan gugup coba mencederai kain dari sepotong pakaian
Menggertaki diri sendiri dalam relung hati
Lalu memalingkan wajah ke arah seikat bunga yang layu
Wajah cerah menyaingi rembulan
Semakin memudar lupa akan tuan
Namun untuk seseorang sepertimu
Dia tak ingin lari sampai tua dan rapuh
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.