Ruang Bawah Tanah
Oleh: Dina. S
Meskipun banyak dijumpai tangga di tiap sudut
Tapi tak tergugah untuk beranjak keluar
Tong yang terketuk ranting berulang-ulang
Terasa keras menggema ruangan bawah tanah
Penghakiman mereka nyata di depan mata
Meski aku tetap mengasihi dengan sepenuh hati
Tapi mereka nyaman jika aku menetap di sini
Tawaran seribu bunga bermekaran pun mereka acuhkan
Entah sampai kapan aku akan tetap menetap?
Melewati kesan canda bahagia di luar ruang
Menggulung beberapa rotan yang keropos
Menguburkannya untuk diuapkan di musim hujan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.