Kabut Hujan
Oleh: Dina. S
Bulan ataukah mentari yang menyusup celah kabut
Jika jam segan tuk menggoreskan waktu kembali
Gerimis mendikte di tiap dahan secara perlahan
Namun angin yang meniup-niup hilang sebelum hujan
Awan berganti kabut dingin siap memeluk bumi
Menyusutkan panas yang berlarut-larut
Di bawah payung sebagian menemukan batasan
Tidak sedikit juga menerima hujan tanpa batas
Ada yang membalasnya dengan sebuah gambar bisu
Ada pula seseorang tanpa nama mengikuti hingga akhir cerita
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.