Sabtu, 26 Oktober 2024

Coretan

 Narsistik

Oleh: Dina. S


Maret lalu ia melangkah maju tanpa ragu

Tak disisipkan sebutir koma dalam kalimat seru

Jambu merah yang tergambar di tengah matanya

Melenturkan jiwanya berhari-hari


Dia berjalan tanpa batasan lalu menari

Menutupi rasa malu dengan topeng si penghibur

Beragam musik yang mengalir dalam khayalannya

Menyandera ketakutan-ketakutannya berulang kali


Dia memantik api ke dalam tumpukan balok kayu

Menenggelamkan pandangannya ke dalam perapian

Mencoba berjabat dengan asap yang terhuyung

Percikan api menyalak celah jemari tak menciutkannya


Berlari dalam hujan yang semakin riak

Tak bisa diam meski di tengah toko yang ramai

Menangis di tengah hujan lalu mencoba memeluknya

Namun setelah hujan reda, dia menyeringai seperti serigala

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Coretan

Rautan Pensil Oleh: Dina. S Ku berharap kamu bertanya Seberapa gram serbuk; atau Seberapa banyak gulungan lembut Dari sisa sayatan pensil ya...