Kepala
Oleh: Dina. S
Deburan hati menjaganya agar tak kosong
Tak pedulikan ruasnya jemari yang kotor
Isi yang sama dari rekaan kata-kata
Seperti angin dari hujan yang tak biasa mendobrak jendela
Kepingan mimpi menggegerkan bilik-bilik
Hampir berlubang bagai tahu diisi cincangan cabai
Lalu bihun goreng yang tersusun bagai helaian sutra
Disulam oleh sumpit, tersisa kuah bertabur seledri
Sendiri menikmati siang di bukit ujung kota
Hidung yang dirasuki serbuk bunga
Menggelar temu dalam tempurung kepala yang kosong
Menjajarkan realita tuk mengelabui serabut mimpi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.