Minggu, 16 Februari 2025

Beranda

Oleh: Dina. S


Bagaimana cara kamu menemukanku?

Sementara kita berada di dua tempat yang berbeda

Bagaimana mungkin kamu tak mengenaliku?

Sementara kita menyukai rasa yang sama


Jika kamu ragu akan sesuatu, cari dan temukanlah aku

Meski telah lama kita saling berhadapan

Bagai dua pelangi yang saling memandang

Bahkan sinarku lebih terang saat berpantulan


Aku tak pernah memiliki urutan di dalam hatimu

Karena aku hanya ada saat sebelum duniamu mulai gelap

Bagimu aku pun bukan siapa-siapa dan tak berharga

Meski aku adalah perahu sama yang menopangmu


Berpetualang, mengarungi samudera sepanjang waktumu

Mencari tempat-tempat yang indah, memburu berbagai kisah

Namun begitu kamu tak pernah mengenaliku hingga akhir

Dan menyimpan di beranda untuk mengenang sedikit tentang kisahku

Coretan

Tabuhlah
Oleh: Dina. S

Maaf jika selama ini menyulitkanmu
Hingga tak ada satupun yang mau mengetuk rumahmu
Maafkan aku yang tak mau mendekapmu
Ketika badai besar menggulung malam itu

Maaf jika selama ini mengabaikan kamu
Berusaha bertahan di mana aku selalu mencelamu
Maafkan aku yang membungkam kesempatanmu
Dan memerangi semua ulasan baik tentangmu

Maaf jika selama ini mengujimu hingga akhir
Hingga lupa atas rasa kagumku ini
Maafkan aku yang menyimpan hati
Dan mengharapkan kamu bergerak menghampiri

Sabtu, 15 Februari 2025

Puisi

 Halaman Baru

Oleh: Dina. S


Ku sisipkan kamu dalam mimpi

Senyumanmu yang mengganggu

Menjerat malam-malamku yang sepi


Masih tersimpan kamu di ruang yang sama

Tak inginkan kalap lalu terlelap

Karena ku ingin,

Menata tentangmu di halaman baru


Setetes tinta yang tak lagi sabar untuk menodai

Membiarkan jari jemari menuntunnya

Halaman baru ku awali dengan namamu


Karawang, 14 Februari 2025


Rabu, 05 Februari 2025

Coretan

Kamu di Musim Hujan
Oleh: Dina. S

Aku melihat bayanganmu kembali
Saat itu kamu bercahaya dalam hujan
Sekejap menarikku dengan pandanganmu
Dan aku berlari kuat menuju kamu

Makin kuat makin hebat hujannya
Namun kamu dan aku pun tak ingin kalah
Aku ingin meraih tangan yang kamu ulurkan
Dan kamu inginkanku dalam dekapan

Dalam riak kamu memanggil nama
Lembutnya suaramu menekuk ketakutanku
Kalap terhuyung kabut yang pekat
Namun ku tetap berlari menuju kamu

Kini ku tahu kamu pun ingin menuntunku
Memangkas kisah pilu menawarkan dengan senyuman
Menulis, mengukir kisah indah yang baru
Merekap, menyusunnya hingga menjadi kenangan

Sabtu, 01 Februari 2025

Coretan

Merangkai Rakitan

Oleh: Dina S


Waktu tak pernah mengkhianati perjalanan

Namun dia pun bisa lelah bak merpati

Lalu bersembunyi di bawah semak-semak

Tampak seperti aku yang mulai kehilanganmu


Dengan mata yang bulunya mulai gundul

Selalu mencari arah agar bisa bertemu

Saat kau mendongakan wajahmu

Kan kuberitahu seberapa dalam rasaku


Sekejap aku melihat tentang hidup palsumu

Mengelabui semua pasang mata yang sendu

Lika-liku dipenuhi haru yang meniru

Siang yang indah tampak kelabu dipenuhi rindu


Kapankah kamu berlari seperti dulu?

Semangat mengarungi carut marut masalahmu

Jenuh berlama-lama siang dan malam duduk-duduk

Bergerak selalu membumbui hari-hari dengan aroma khasmu


Apakah kita akan kalah dengan anjing?

Saat kebingungan, ekornya bergerak seperti radar

Berlari mencari kebahagiaan, berputar menenangkan pikiran

Memudarkan keserasian yang nyatanya berbeda


Meski kecil aku akan tetap dayuh perahu ini

Menurunkan ego agar menjumpaimu di pulau besar itu

Gemuruh sungai mengerogoti kehati-hatianmu

Berakhir membiarkanmu menguasai naluriku


Coretan mengandung Prosa

Belakang

Oleh: Dina. S


Bertenda di malam minggu yang terang akan bintang

Di tepi rawa dengan ilalang tinggi menjulang

Di atas permukaan danau bertebaran bayang kunang-kunang

Api unggun pun tampak indah dari tenda seberang


Melihat mekarnya mentari di atas bukit

Menggelar pertunjukan ikan-ikan dari pusaran air

Membentuk lingkaran saling menyerbu udara segar pagi

Para serangga ikut merayakan di tepi


Coretan

Dalam Kacamatamu

Oleh: Dina S


Gadis kosong yang berkulit hitam gosong

Berteman dengan para bidadari dunia

Potretnya bagai bangkai di tepi jurang

Yang sedang terendus oleh serigala


Ku ikuti ke mana ia melangkah

Jalan yang sepi, bulu kundukku pun berdiri

Tak ada rasa yang menyakini dia benar-benar pergi

Mungkinkah isi kepalanya tak menyimpan tempat yang indah?


Terkadang diri ini seperti beruang

Yang selalu mencari dia untuk mencabiknya

Lalu rasa lega tergugah saat aku berbaring

Dalam khayal bisa berjalan bersama dengannya


Coretan

Jam Tangan 

Oleh: Dina. S


Enggankah kau menungguku, yang sibuk

Memantaskan diri tuk menjumpaimu

Mungkin kelak kau takkan mendampingiku

Yang selalu ada di sisi kananmu


Coretan kegilasahan yang tertulis

Memberatkan malamku sebelum tertidur

Disimpan kamu di dalamnya

Sebagai jalan pintas biar terlelap


Jarum-jarummu yang kecil berdenting

Menyamai detak jantungku

Saat semua terhibur dengan segala tentangmu

Kakiku mulai kaku, saat tahu siapa aku


Coretan

 Tubuh

Oleh: Dina. S


Tubuh ini tidak pernah ingin tertidur

Kubiarkan ia melayang untuk terbang

Melintasi bentangan awan yang terpisah


Pijakan kaki-kaki yang membekas

Saat ku langkahkan di atas batu-batu

Tuk sebrangi sungai pembatas dua desa

Jadi bukti belum ingin ku rubuhkan tubuh ini


Terkurung dalam sesaknya yang fana

Meski tak bisa menyamai lolongan anjing,

Ku lantangkan saat sukma tenggelam bersama malam

Satu tekad yang tak inginkan aku membisu pilu

Coretan

Influenza Oleh: Dina. S Terkuras habis tenagaku Untuk menahanmu yang ingin pergi Ku tukar duniaku yang sepi Agar warnamu tak lagi ditutupi B...